Patuhiperaturan, denah, dan petunjuk keselamatan yang ada di kapal Sesuai PM 119 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Laut, setiap penyelenggara angkutan laut wajib menyediakan fasilitas keselamatan dan kesehatan yang mudah terlihat dan terjangkau. A. Fasilitas Keselamatan
Inilahmakalah keselamatan kerja di kapal laut dan hal lain yang berhubungan erat dengan makalah keselamatan kerja di kapal laut serta aspek K3 secara umum di Indonesia. Tugas Kewajiban Dan Kewenangan Ahli K3 Umum
Dalampasal 14 disebutkan bahwa perusahaan diwajibkan secara cuma-cuma menyediakan semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada dibawah dan bagi setiap orang yang memasuki tempat kerja tersebut. Ada 2 macam alat-alat pelindung keselamatan yaitu terdiri dari : Alat Pelindung Untuk Mesin-Mesin dan Alat-Alat Tenaga
Alatkeselamatan kerja lainnya adalah earplugs. Dikarenakan ruang mesin dalam kapal laut dapat menghasilkan suara mencapai 120db, earplugs sangat berguna. Ini dikarenakan frekuensi suara yang sangat tinggi dapat membuat anak buah kapal kehilangan pendengaran. Maka dari itu earplugs adalah salah satu alat yang juga wajib dipakai.
TeknologiKapal Tanpa Awak. Di tahun 2021 ini, banyak pihak yang membicarakan soal kehadiran kapal tanpa awak atau Marine Autonomous Surface Ships (MASS). Menurut dia penerapan MASS di Indonesia harus dipikirkan matang-matang. "Saya tegaskan bahwa saya bukan anti terhadap kemajuan teknologi kapal laut. Tapi sebelum diterapkan sepenuhnya
Selainitu, aturan ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ("UU Ketenagakerjaan") bersifat umum sehingga juga berlaku terhadap pekerja di laut. Hal ini dapat kita simpulkan dari definisi tenaga kerja dalam undang-undang tersebut yaitu setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
hal3jG. Jakarta, – International Maritim Organization IMO mengatur standar keselamatan kerja bagi pekerja di laut supaya terhindar dari kecelakaan kerja berupa Safety of Life at Sea SOLAS. Organisasi ini merupakan bagian dari United Nations/UN Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Peraturan dan pedoman ini dikeluarkan harus diikuti oleh kapal dengan ukuran GT > 25 ton, namun untuk kapal ukuran < GT 25 ton bisa mengikuti aturan masing-masing negara,” kata Penulis Safety World, Kevin dalam situs resminya pada Senin 29/5/2023. Semua peraturan dan pedoman yang dibuat hanya untuk kepentingan keselamatan pekerja. Pasalnya, pekerjaan di atas kapal tidak mudah, bahkan penuh dengan resiko. “Untuk itu, menjaga keamanan dan keselamatan pekerja akan menjadi tanggung jawab semua pihak,” ujarnya. Sejumlah peraturan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja K3 di atas kapal sebagai berikut 1, Undang-Undang UU nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja 2. Peraturan Menteri Permen nomor 4 tahun 1980 tentang persyaratan pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan 3. SOLAS tahun 1974 beserta amandemen-amandemennya mengenai persyaratan keselamatan 4. Standards of Training Certification and Watchkeeping STCW 1978 Amandemen 1995 tentang standar pelatihan bagi para pekerja 5. International Safety Management ISM Code tentang kode manajemen internasional untuk keselamatan pengoperasian kapal dan pencegahan 6. Occupational Health tahun 1950 tentang kesehatan kerja 7. International Code of Practice tentang prosedur/keselamatan kerja pada suatu peralatan, pengoperasian kapal 8. Peralatan K3 dan Alat Keselamatan “SOLAS tidak hanya mengatur pedoman keselamatan, namun di dalamnya juga terdapat rekomendasi alat keselamatan kerja saat di atas kapal. Mulai dari peralatan K3 hingga sekoci termasuk di dalamnya,” ujarnya. Sejumlah peralatan K3 yang dimaksud antara lain jaket pelampung, ban pelampung lifebuoys, helm safety, baju pelindung, sarung tangan safety, dan sepatu safety. Kemudian, isyarat visual pyrotechnis, sekoci penyelamat, rakit penolong, dan line throwing apparatus. Pelampung Jaket pelampung merupakan salah satu peralatan K3 yang wajib ada di kapal seperti safety vest yang berfungsi untuk membuat penumpang dapat mengapung saat berada di laut. Dalam kondisi darurat, seperti saat kapal akan tenggelam, semua penumpang atau pekerja harus segera menggunakan jaket pelampung. “Jaket ini harus berwarna oranye dan memiliki sticker reflective untuk meningkatkan visibilitas,” tutur Kevin. Pelampung Lifebuoys Ban pelampung merupakan ban penyelamat yang dilengkapi dengan tali panjang yang akan dilemparkan ke laut saat ada pekerja atau penumpang yang berada dalam kondisi darurat. Ban ini juga harus berwarna oranye untuk meningkatkan visibilitas. 3, Helm Safety Helm safety juga merupakan peralatan K3 yang wajib digunakan saat bekerja di atas kapal yang berfungsi melindungi pekerja dari kejatuhan benda dan cuaca ekstrim. Dengan menggunakan helm safety, keselamatan pekerja akan lebih terjamin. 4. Baju Pelindung Baju pelindung menjadi alat pelindung diri K3 berupa baju wearpack bagi pekerja di atas kapal. Baju ini melindungi pekerja dari cairan berbahaya atau minyak saat bekerja. 5. Sarung Tangan Safety Alat pelindung diri K3 ini digunakan pekerja agar terhindar dari luka sayatan atau tusukan. Safety Alat pelindung diri ini dipakai pekerja berupa sepatu boot yang resistensi terhadap air. 7. Isyarat Visual Pyrotechnics Isyarat visual adalah isyarat yang digunakan untuk memberi tanda kepada kapal penolong saat keadaan darurat. Isyarat ini bisa berupa smoke signal yang hanya efektif untuk di siang hari, karena tidak memancarkan cahaya. 8. Sekoci Penyelamat Sekoci penyelamat adalah kapal evakuasi kecil yang dapat digunakan saat keadaan darurat berkapasitas kecil untuk beberapa orang dan terdapat perlengkapan keselamatan di dalamnya. Sekoci ini harus ditempatkan di area yang mudah dijangkau sehingga dapat meluncur dengan cepat saat akan digunakan. 9. Rakit Penolong Rakit penolong terdiri dari tiga tipe, rakit kaku, dan rakit tiup yang khusus tipe kedua dapat digunakan saat sekoci penyelamat tidak berhasil diturunkan dari kapal. Sekarang rakit penolong dirancang supaya penggunaan lebih mudah “Rakit tersebut biasanya berbentuk kapsul yang dilengkapi dengan tali panjang. Cara penggunaannya adalah dengan menarik tali tersebut sesaat setelah kapsul di lempar ke laut, lalu rakit akan secara otomatis menggembung,” ucap Kevin. Throwing Apparatus Alat ini berfungsi sebagai penghubung antara rakit penolong atau sekoci dengan kapal penyelamat. Alat pelempar ini harus memiliki kemampuan melempar hingga 230 meter. adm
Perjalanan di laut atau pelayaran, berdasarkan International Maritime Organization IMO merupakan jenis industri internasional terbesar di dunia. Namun demikian, pelayaran juga merupakan salah satu industri paling berbahaya di dunia sebab memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Oleh karena itu, untuk dapat memastikan semua operasi yang terjadi dalam sebuah pelayaran, khususnya di atas kapal, dapat berjalan dengan lancar dan terhidar dari risiko, maka dibutuhkan Prosedur Keselamatan di Kapal. Prosedur Keselamatan Sebelum Berlayar Prosedur keselamatan di kapal secara umum terbagi atas dua bagian, yaitu sebelum kapal berlayar dan saat berlayar. Beberapa prosedur yang direkomendasikan sebelum kapal berlayar di antaranya Melakukan pemeriksaan secara acak terhadap penumpang, kendaraan, dan barang bawaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap semua penumpang kecuali terhadap anak yang naik bersama orang dewasa. Melakukan pemeriksaan terhadap segala benda, peralatan, kendaraan atau lainnya yang menampung bahan bakar baik berbentuk cair maupun gas. Beberapa perangkat elektrik seperti kompor listrik dan sejenisnya dilarang untuk digunakan saat berlayar. Tidak membuat api seperti membakar lilin. Tidak meletakan kereta bayi atau kursi roda di koridor. Prosedur Keselamatan di kapal Saat Berlayar Perhatikan dan pelajari Petunjuk Alarm’ atau Prosedur Menyelamatkan Diri’ yang dipasang di kabin. Perhatikan dan pelajari tanda-tanda petunjuk rute menyelamatkan diri yang ada di sepanjang koridor dan tangga. Petunjuk tersebut mengarahkan ke tempat berkumpul atau Muster Point’. Pelajari dan coba susuri rute utama dan juga rute alternatif untuk menyelamatkan diri. Perhatikan semua tanda keselamatan saat berada di kapal. Dengarkan informasi yang disampaikan melalui Public Address System’ dan lakukan instruksi yang diberikan oleh petugas kapal. Mengenali bunyi alarm seperti tujuh bunyi pendek dan satu panjang yang berarti perintah untuk segera berkumpul di assembly atau muster station. Perhatikan dan ingat tempat penyimpanan alat keselamatan seperti alat pemadam api ringan, pelampung dan sebagainya. Baca juga Jenis Aksesoris Rantai Jangkar Silahkan kontak kami VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier alat safety kapal di jakarta dan juga menjual fire hose, fire blanket, baju pemadam kebakaran, APAR, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, alat safety kapal, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, Smoke Signal, Jangkar kapal, Jaket Pelampung, GPS dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp 081290808833 atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.
Bekerja di kapal perikanan memiliki tingkat resiko yang tinggi sehingga rawan menimbulkan kecelakaan kerja. Seringkali terjadi kecelakaan pada kapal perikanan yang disebabkan oleh human error yang mengakibatkan korban jiwa. sehingga diperlukan penelitan terkait implementasi K3 pada kapal perikanan. Tujuan penelitian adalah agar mengetahui penerapan K3 di KM. Berkah Melimpah 2 dan mengetahui alat K3 pada KM. Berkah Melimpah 2. Lokasi penelitian dilakukan di kapal penampung ikan yang dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini ABK KM. Berkah Melimpah belum menerapkan budaya safety dengan maksimal, hal ini disebabkan ABK tidak menggunakan baju safety saat melakukan aktifitas bongkar muat ikan, tidak ada pembagian dinas jaga dek dan dinas jaga mesin kepada ABK dan kebiasaan dari ABK yang tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan saat melakukan kegiatan pelayaran di kapal serta kebiasaan ABK yang mengkonsumsi alkohol pada saat kapal melakukan pelayaran. KM. Berkah Melimpah 2 tidak menyediakan helm, baju dingin, baju kerja dan jas hujan kepada ABK yang melakukan aktifitas di atas kapal pada saat kapal sedang berlayar. Adapun alat keselamatan yang disediakan oleh KM. Berkah Melimpah 2 adalah APAR 8 tabung, fire extinguisher ball 11 bola, lifejacket 24 buah, Obat P3K, hand safety 72 pasang, ringbuoy 2 buah, sepatu boots 24 pasang, radio komunikaasi dan AIS. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3 KAPAL PENAMPUNG IKAN KM. BERKAH MELIMPAH 2 DI PPS NIZAM ZACHMAN JAKARTA Muhamad Amril Idrus1, Febi Luthfiani2, I Made Aditya Nugraha3, Irandha C. M. Siahaan4, dan Febryan Arya Putra5 1,2,3,5 Prodi. Mekanisasi Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, Indonesia 4Prodi. Teknik Penangkapan Ikan Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, Indonesia Email Korespondensi muhamadamrilidrus Abstrak - Bekerja di kapal perikanan memiliki tingkat resiko yang tinggi sehingga rawan menimbulkan kecelakaan kerja. Seringkali terjadi kecelakaan pada kapal perikanan yang disebabkan oleh human error yang mengakibatkan korban jiwa. sehingga diperlukan penelitan terkait implementasi K3 pada kapal perikanan. Tujuan penelitian adalah agar mengetahui penerapan K3 di KM. Berkah Melimpah 2 dan mengetahui alat K3 pada KM. Berkah Melimpah 2. Lokasi penelitian dilakukan di kapal penampung ikan yang dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini ABK KM. Berkah Melimpah belum menerapkan budaya safety dengan maksimal, hal ini disebabkan ABK tidak menggunakan baju safety saat melakukan aktifitas bongkar muat ikan, tidak ada pembagian dinas jaga dek dan dinas jaga mesin kepada ABK dan kebiasaan dari ABK yang tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan saat melakukan kegiatan pelayaran di kapal serta kebiasaan ABK yang mengkonsumsi alkohol pada saat kapal melakukan pelayaran. KM. Berkah Melimpah 2 tidak menyediakan helm, baju dingin, baju kerja dan jas hujan kepada ABK yang melakukan aktifitas di atas kapal pada saat kapal sedang berlayar. Adapun alat keselamatan yang disediakan oleh KM. Berkah Melimpah 2 adalah APAR 8 tabung, fire extinguisher ball 11 bola, lifejacket 24 buah, Obat P3K, hand safety 72 pasang, ringbuoy 2 buah, sepatu boots 24 pasang, radio komunikaasi dan AIS. Kata Kunci K3, Safety dan KM. Berkah Melimpah 2 I. PENDAHULUAN Penyebab kecelakaan pada kapal perikanan, yaitu rendahnya kesadaran Anak Buah Kapal ABK tentang keselamatan kerja pada pelayaran dan kegiatan penangkapan, rendahnya penguasaan kompetensi keselamatan pelayaran dan penangkapan ikan serta kapal tidak dilengkapi peralatan keselamatan sebagaimana seharusnya. Cuaca buruk seperti gelombang besar serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan peralatan keselamatan kerja memberikan resiko terhadap keselamatan ABK Imron, 2017. Keselamatan dan kesehatan kerja K3 di kapal menjadi perhatian pemerintah dan pebisnis sejak lama. Faktor K3 terkait erat dengan kinerja ABK, semakin banyak fasilitas keselamatan kerja, semakin sedikit kemungkinan kecelakaan kerja. Untuk meningkatkan kesadaran implementasi K3 kapal perikanan maka diperlukan strategi diantaranya dengan melakukan pelatihan K3 untuk ABK, memberikan jaminan ketenagakerjaan ABK, melengkapi keselamatan, memperbaharui alat keselamatan serta memperbaiki kondisi kapal dan melaksanakan prosedur kerja bersatandar K3 di atas kapal Prasetyono, 2020. Kapal penangkap ikan dikaitkan dengan bidang pekerjaannya yang sangat dinamis dan berisiko tinggi sehingga mengharuskan kapal memiliki stabilitas yang baik. Hasil penelitian diberbagai negara, penyebab kecelakaan pada kapal penangkap ikan yang terjadi di negara maju sekalipun adalah faktor manusia human error. Faktor manusia tersebut berhubungan dengan kurangnya kesadaran, keahlian dan keterampilan awak kapal dalam memahami aspek keselamatan pelayaran dan penangkapan ikan. Berkaitan dengan hal ini perlu pertimbangan bagi awak kapal yang terlibat dalam operasional penangkapan ikan sebelum ikut berlayar, seperti awak kapal harus berkecukupan dalam pendidikan dan pelatihan keahlian Certificate of Competency dan keterampilan Certificate of Proficiency serta memiliki kompetensi sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu juga harus memahami kondisi yang disepakati dalam perjanjian kerja, prosedur dan sistem kerja di kapal penangkap ikan Suwardjo, 2010. Permenkp Nomor 58 Tahun 2021 Tantang Sertifikasi Maritime Labour Convention Pasal 39- Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 40 menyatakan kesehatan dan keselamatan serta pencegahan kecelakaan terdiri atas kesehatan dan keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan kerja. Pemiliki kapal atau operator kapal harus menjamin kesehatan dan keselamatan dari ABK serta harus mengantisipasi pencegahan kecelakaan kerja, cedera, dan penyakit serta untuk perbaikan yang berkelanjutan dalam perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menimpa ABK. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis akan melakukan penelitian “Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 Kapal Penampung Ikan KM. Berkah Melimpah 2 di Pelabuhan Perikanan Samudera PPS Nizam Zachman Jakartaâ€. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan K3 di KM. Berkah Melimpah 2 dan mengetahui implementasi Permenkp Nomor 42 Tahun 2016 Tentang Perjanjian Kerja Laut Bagi Awak kapal Perikanan AKP pada Pasal 18 terkait alat dan bahan K3 KM. Berkah Melimpah 2. II. METODE PENELITIAN Sumber data penelitian ini berasal dari dokumen dan hasil pengamatan dan aktifitas yang dilakukan di Kapal KM. Berkah Melimpah 2, logbook kegiatan harian, foto dokumentasi, catatan dan dokumen resmi lainnya. Adapun metode pengumpulan data adalah dengan melakukan pengamatan langsung kepada ABK sehingga data yang dikumpulkan benar sesuai dengan kenyataan pada saat penelitian berlangsung. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dan studi literatur terkiat K3 kapal perikanan. Pengambilan data dilakukan di kapal KM. Berkah Melimpah 2 yang dimulai pada bulan Maret 2022 - Juli 2022. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, metode penelitian deskriptif adalah metode yang dilakukan untuk mengetahui gambaran, keadaan, suatu hal dengan cara mendeskripsikannya sedetail mungkin berdasarkan fakta yang ada. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelabuhan Perikanan Samudra PPS Nizam Zachman Jakarta PPS Nizam Zachman Jakarta memiliki fasilitas pokok, fasilitas penunjang, dan fasilitas fungsional yang sangat dibutuhkan dalam setiap aktivitas perikanan di pelabuhan. Peran PPS Nizam Zachman sebagai salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia dalam menunjang ketersediaan fasilitas diperlukan oleh setiap stakeholder industri perikanan. PPS Nizam Zachman Jakarta terletak di muara baru, kecamatan penjaringan, jakarta utara. Letak pelabuhan ini berbatasan langsung dengan laut jawa di sebelah utara, pelabuhan sunda kelapa di sebelah timur, Penjaringan di sebelah selatan dan pantai seruni kawasan waduk pluit di sebelah barat. Gambar 1. PPS Nizam Zachman Jakarta Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 Deskripsi Kapal Penampung KM. Berkah Melimpah 2 KM. Berkah Melimpah 2 tergolong dalam kapal perikanan yang bertipe khusus hanya untuk menampung muatan ikan dan tidak melaksanakan operasi penangkapan ikan di laut. KM. Berkah Melimpah 2 merupakan salah satu armada kapal penampung ikan milik PT. Berkah Melimpah Jaya yang berbahan dasar kayu dan di lapisi fibreglass dari bagian luarnya. Gambar 2. KM. Berkah Melimpah 2 Tabel. 1 Data Utama KM. Berkah Melimpah 2 Sunda Kelapa/GT. 197 KM. Berkah Melimpah 2 merupakan kapal penampung ikan berukuran besar dengan diantara kapal penampung ikan yang yang berada dinaungan PT. Berkah Melimpah Jaya, kapal ini memiliki ukuran 197 GT dengan panjang meter, lebar meter, tinggi meter, dengan berbahan dasar kayu dan dilapisi dengan fiberglass. Kapal ini di lengkapi dengan mode autopilot sehingga kapal dapat menuju ke lokasi yang di inginkan tanpa mengemudikan secara manual. Kapal ini memiliki 14 orang ABK dan dibangun di Sunda Kelapa pada tahun 2013. KM. Berkah Melimpah 2 melaksanakan trip berlayar dari fishing base yaitu berada di PPS Nizam Zachman Jakarta menuju ke perairan barat sesuai lokasi pengambilan ikan dari kapal penangkap ikan, ketika muatan sudah penuh kapal ini akan kembali lagi ke PPS Nizam Zachman Jakarta untuk melakukan bongkar muat ikan. Berikut adalah daftar ABK KM. Berkah Melimpah 2 beserta jabatan dan sertifikasi keahlian yang dimiliki Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 Tabel 2. Data Daftar ABK KM. Berkah Melimpah 2 KM. Berkah Melimpah 2 memiliki awak kapal berjumlah 14 orang. Kapal ini dikemudikan oleh nahkoda dengan sertifikasi keahlian Ankapin-III, di bantu juga oleh Mualim 1 dengan sertifikasi SKK 60 Mil, dan seorang KKM dengan sertifikasi Atkapin-III. ABK yang memiliki sertifikasi keterampilan BST sebanyak enam orang, dan sisanya tidak memiliki sertifikat. Gambar 3. Mesin Utama KM. Berkah Melimpah 2 KM. Berkah Melimpah 2 menggunakan mesin utama merk Cummins dengan type KTA 19-M3, dengan nomer seri 25273794. Mesin ini memiliki daya 600 PK, memiliki 6 silinder dan menggunakan bahan bakar minyak BBM solar. Berikut adalah spesifikasi dari mesin utma KM. Berkah Melimpah 2 Tabel 3. Spesifikasi Mesin Utama KM. Berkah Melimpah 2 Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 Implementasi K3 KM. Berkah Melimpah 2 Kegiatan Bongkar Muat Ikan Pada saat melakukan aktivitas kegiatan bongkar dan muat ikan para ABK akan diberikan hand safety berbahan kain warna putih. Setiap ABK akan diberi dua pasang sarung tangan dalam penggunaannya dipakai dua lapis dengan tujuan untuk melindungi tangan dari sirip ikan yang tajam, dan gesekan tali blong saat bekerja. Setelah itu para ABK akan mempersiapkan diri mereka dengan mengganti pakaian menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang serta menggunakan sepatu boots yang tersedia di kapal tersebut, guna melindung bagian tubuh dari hawa dingin ketika berada di dalam cold storage serta melindungi kaki para ABK dari kejatuhan blong maupun ikan sehingga memperkecil adanya resiko kecelakaan kerja. Waktu kerja para ABK ketika bongkar muatan di daratan dimulai dari jam pagi sampai dengan sore saat tidak ada lemburan, jika ada lemburan maka akan dilanjutkan dari malam sampai dengan malam tiap harinya hingga muatan di atas kapal benar-benar habis. Berbeda lagi dengan aktivitas muat di tengah laut, jam kerja para ABK tidak menentu tergantung dari jauh dekatnya titik pertemuan kapal dengan kapal penangkap ikan. Sehingga waktu istirahat para ABK tidak menentu tergantung dari seberapa banyak muatan yang dipindahkan dan seberapa lama proses bongkar dan muat ikan dari kapal penangkap ikan. Untuk interval waktu istirahat para ABK masih dalam cakupan peraturan dengan minimal waktu istirahat 10 jam dalam periode waktu 24 jam. Gambar 4. Kegiatan Bongkar Muat Pada KM. Berkah Melimpah 2 Perlengkapan K3 di atas kapal KM. Berkah Melimpah 2 masih kurang memadai dan kurang safety hal ini menyebabkan ABK harus lebih ekstra berhati-hati dalam melakukan aktivitas bongkar dan muat ikan, terlebih lagi para ABK yang mengabaikan persoalan keamanan ABK ketika bekerja, diantaranya adalah tidak menggunakan baju safety saat melakukan aktifitas di kapal, tidak ada pembagian dinas jaga dek dan dinas jaga mesin kepada ABK kapal dan serta kebiasaan dari ABK yang tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan saat melakukan kegiatan pelayaran di kapal. Kemudian rata-rata dari para ABK mengkonsumsi alkohol yang berlebihan, baik pada saat kapal melakukan pelayaran menuju ke lokasi penjemputan ikan maupun perjalanan dari tujuan kembali ke pelabuhan. Dengan menerapkan prilaku sadar terhadap K3 serta tersedianya alat keselamatan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ABK yang menerapan K3 di atas kapal maka akan mengurasi resiko kecelakaan kerja sehingga ABK dapat bekerja dengan semangat, tenang, bugar, maksimal dan optimal dalam melakukan pekerjaannya. Alat dan Bahan K3 pada KM. Berkah Melimpah 2 Berdasarkan Permenkp Nomor 42 Tahun 2016 Tentang Perjanjian Kerja Laut Bagi Awak kapal Perikanan AKP pada pasal 18 ayat 1 menyatakan pemilik kapal perikanan, operator kapal perikanan, agen awak kapal perikanan, atau Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 nakhoda kapal perikanan wajib menyediakan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja bagi awak kapal perikanan. Dan pada ayat 3 pada pasal yang sama menyatakan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja bagi AKP sebagaimana dimaksud pada ayat 1, meliputi helm, sarung tangan, baju dingin, sepatu boots, baju kerja, jas hujan, pelampung, peralatan pengaman kerja di dek untuk kondisi cuaca buruk dan obat pertolongan pertama pada kecelakaan. Berikut adalah perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja bagi AKP di KM. Berkah Melimpah 2 Tabel 4. Data Alat Keselamatan KM. Berkah Melimpah 2 Alat Pemadam Api Ringan APAR Automatic Identification System AIS Berdasarkan Tabel di atas maka alat keselamatan yang tidak tersedia di KM. Berkah Melimpah 2 adalah helm, baju dingin, baju kerja dan jas hujan. Sedangkan alat keselamatan lainnya telah tersedia. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut Gambar. APAR a, Auto Fire Off Fire Extinguisher Ball b dan Lifejacket c Berbagai alat keselamatan yang tidak tersedia di KM. Berkah Melimpah 2 berdasarkan tampilan gambar di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut. 1. APAR APAR yang digunakan pada KM. Berkah Melimpah 2 berjenis serbuk kimia atau Dry Powder Fire Extinguisher dimana serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari mono-amonium dan ammonium sulphate. Serbuk kering Kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran. APAR Jenis dry chemical powder ini merupakan alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C. Kebakaran kelas A merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam, Kebakaran Kelas B merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti minyak dan Kebakaran Kelas C merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh instalasi listrik yang bertegangan. Pada KM. Berkah Melimpah 2 memiliki total delapan tabung yang peletakannya di bagi pada setiap ruangan, seperti halnya di bagian anjungan terdapat dua tabung, di bagian kamar mesin terdapat empat tabung, di bagian kamar ABK terdapat dua buah tabung APAR. Kebutuhan APAR di KM. Berkah Melimpah 2 telah memenuhi ketentuan peraturan. Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 2. Auto Fire Off Fire Extinguisher Ball Auto fire off fire extinguisher ball adalah alat pemadam kebakaran yang sangat dibutuhkan semua kalangan, cara kerja alat ini sangat mudah karena tinggal dilemparkan ke titik api, ketika mengenai sensor deaktivasi Fire Extinguisher Ball akan meledak secara otomatis 3-5 detik setelah bersentuhan dengan api dengan mengeluarkan bubuk kering sehingga dapat memadamkan api. Pada KM. Berkah Melimpah 2 memilki total 11 fire extinguisher ball yang peletakannya di bagi pada setiap ruangan, seperti halnya di bagian anjungan terdapat dua bola, di bagian kamar nahkoda terdapat dua bola, di bagian ruang mesin terdapat tujuh bola. Kebutuhan fire extinguisher ball di KM. Berkah Melimpah 2 telah memenuhi ketentuan peraturan. 3. Lifejacket Jaket pelampung atau lifejacket adalah sebuah jaket tanpa lengan yang punya fungsi khusus yaitu untuk membuat penggunanya tetap terapung di atas permukaan air pada saat kondisi darurat. Warna jaket ini juga mencolok agar mudah dikenali dan dicari serta dilengkapi dengan peluit untuk memberi sinyal dalam keadaan darurat. Pada KM. Berkah Melimpah 2 memiliki total 24 Lifejacket yang diletakkan di dalam kamar nahkoda sehingga memudahkan pengambilan saat kondisi darurat. Jumlah ABK KM. Berkah Melimpah 2 sebanyak 14 orang dan total lifejacket berjumlah 24 buah, sehingga kebutuhan lifejacket telah dipenuhi. 4. Obat P3K Saat terjadi kecelakaan, korban dapat meninggal seketika, pingsan, luka berat, dan luka ringan. Bagi korban yang masih hidup, tentu memerlukan pertolongan secepatnya. Pertolongan pertama bertujuan untuk memberikan perawatan darurat dan dukungan hidup pada orang yang mengalami cedera atau luka serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K sangatlah diperlukan. Pada KM. Berkah Melimpah 2 membawa total 2 pak P3K, yang di dalamnya berisi obat alergi, obat flu dan batuk, obat sakit kepala, plester luka, obat merah, kain kasa, obat masuk angin, obat pegal pegal. Kebutuhan obat P3K tidak memenuhi ketentuan karena dalam penyimpanannya tidak disimpan di kotak P3K tapi disimpan di kantong pelastik. Obat P3K harus disimpan di dalam kotak P3K agar obat bisa dalam keadaan bersih dan steril. 5. Hand Safety Pelindung tangan ini berfungsi untuk melindungi tangan dari sirip dan ekor ikan yang tajam, mengurangi gesekan ketika mengangkat keranjang ikan, melindungi dari suhu dingin extrime di dalam Cold Storage. Pada KM. Berkah Melimpah 2 membawa total dua pack hand safety, dalam satu pack terdapat 12 pasang sarung tangan. Berdasarkan jumlah telah memenuhi persyaratan tapi berdasarkan kualitas hands safety tidak memenuhi karena ketebalan hands safety tidak memenuhi standart untuk digunakan di dalam cold storage dengan temperature 15-20 oC 6. Ringbouy Ban pelampung adalah alat keselamatan di atas kapal yang digunakan untuk membantu orang jatuh ke laut bisa tetap terapung. Pada KM. Berkah Melimpah 2 terdapat ringbouy berjumlah 2 buah yang berada di bagian side port kapal dan star board pada sisi Obat P3K a, Hand Safety b dan Ringbouy c 7. Sepatu Boots Umumnya ruang internal kapal berisikan benda tajam serta mesin-mesin yang terbuat dari bahan logam keras. Dengan menggunakan sepatu safety, kaki pun akan terlindungi dan berjalan pun tidak akan Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 canggung. Sepatu ini berguna untuk melindungi kaki dari tertimpa ikan besar dan keranjang ikan serta bagian tubuh dari ikan yang tajam, selain itu juga melindungi kaki dari suhu dingin extrime ketika di dalam Cold Storage. Pada KM. Berkah Melimpah 2 terdapat sepatu boot berjumlah total 24 pasang yang peletakannya di area buritan kapal. Jumlah sepatu boot pada kapal KM. Berkah Melimpah 2 telah memenuhi kebutuhan dari 14 ABK, dengan menyediakan 24 sepatu boots. 8. Radio Komunikasi Alat ini di gunakan untuk berkomunikasi ketika situasi atau kondisi saat darurat, dan untuk mengkonfirmasi titik penjemputan ikan, serta laporan kedatangan kapal bila ingin sandar di pelabuhan. Kondisi radio komunikasi berfungsih dengan baik dan sangat penting perannya dalam komunikasi dengan kapal lainnya. 9. Automatic Identification System AIS AIS adalah sistem pemancaran radio Very High Frequency VHF yang menyampaikan data-data melalui VHF Data Link VDL untuk mengirim dan menerima informasi secara otomatis ke kapal lain, stasiun Vessel Traffic Services VTS atau Stasiun Radio Pantai SROP. Dengan menerapkan sistem AIS akan dapat membantu pengaturan lalu lintas kapal dan mengurangi bahaya dalam bernavigasi. AIS secara terus menerus akan mengirimkan data kapal seperti nama dan jenis kapal, tanda panggilan call sign, kebangsaan kapal, Maritime Mobile Services Identities MMSI, International Maritime Organization IMO Number, bobot kapal, data spesifikasi kapal, status navigasi, titik koordinat kapal, tujuan berlayar dengan perkiraan waktu tiba, kecepatan kapal dan haluan kapal. Gambar. Sepatu boots a, Radio Komunikasi b dan AIS c IV. KESIMPULAN Perlengkapan K3 pada KM. Berkah Melimpah 2 belum memadai dan kurang safety dalam melakukan aktifitas kegiatan di atas kapal. Adapun kegiatan ABK yang dimaksud adalah tidak menggunakan baju safety saat melakukan aktifitas bongkar muat ikan, tidak ada pembagian dinas jaga dek dan dinas jaga mesin kepada ABK dan kebiasaan dari ABK yang tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan saat melakukan kegiatan pelayaran di kapal serta kebiasaan ABK yang mengkonsumsi Alkohol pada saat kapal melakukan pelayaran. Berdasarkan Permenkp Nomor 42 Tahun 2016 Tentang Perjanjian Kerja Laut Bagi Awak kapal Perikanan AKP pada pasal 18, KM. Berkah Melimpah 2 tidak menyediakan helm, baju dingin, baju kerja dan jas hujan kepada ABK yang melakukan aktifitas di atas kapal pada saat kapal sedang berlayar. Adapun alat keselamatan yang disediakan oleh KM. Berkah Melimpah 2 adalah APAR 8 tabung, fire extinguisher ball 11 bola, lifejacket 24 buah, Obat P3K, hand safety 72 pasang, ringbuoy 2 buah, sepatu boots 24 pasang, radio komunikasi dan AIS. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian ini, Pimpinan Politeknik KP Kupang, Dosen Prodi. Mekanisasi Perikanan dan Taruna Prodi. Mekanisasi Perikanan yang telah banyak membantu dalam terselesainya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Imron, M., Nurkayah, R., dan Purwangka, F. 2017. Pengetahuan dan Keterampilan Nelayan Tentang Keselamatan Kerja di PPP Muncar, Banyuwangi. Vol. 1, No. 1 Jurnal Bahari Papadak, Edisi Oktober 2022, Vollume 3 Nomor 2 E-ISSN 2723-6536 ©Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Idrus dkk., 2022 112-120 Article Info Received 23-08-2022 Accepted 16-09-2022 Prasetyono, U., Sarianto, D., Nugraha, 2020. Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Kapal Long Line KM. Anna Rizky 7 Yang Berbasis di Cilacap. Jurnal Bluefin Fisheries Vol. 2, No. 1 Suwardjo et al. 2010. Keselamatan Kapal Penangkap Ikan, Tinjauan dari Aspek Regulasi Nasional dan Internasional. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. Vol. 1, No. 1 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58 Tahun 2021 Tantang Sertifikasi Maritime Labour Convention Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42 Tahun 2016 Tentang Perjanjian Kerja Laut Bagi Awak kapal Perikanan AKP ResearchGate has not been able to resolve any citations for this SuwardjoJohn Haluan Indra JayaSoen'an H. PoernomoPekerjaan pada kapal penangkap ikan merupakan pekerjaan yang tergolong membahayakan dibanding pekerjaan lain, maka profesi pelaut kapal penangkap ikan memiliki karakteristik pekerjaan “3d†yaitu membahayakan dangerous, kotor dirty dan sulit difficult dengan ketiga sifat pekerjaan tersebut ditambah faktor ukuran kapal yang didominasi kapal-kapal berukuran relatif kecil, berlayar pada perairan gelombang tinggi dengan kondisi cuaca tidak menentu sehingga dapat meningkatkan tingkat kecelakaan kapal penangkap ikan. Keselamatan kapal penangkap ikan merupakan interaksi faktor-faktor yang kompleks, yakni human factor nakhoda dan anak buah kapal, machines kapal dan peralatan keselamatan dan enviromental cuaca dan skim pengelolaan sumberdaya perikanan. Permasalahan keselamatan atau kecelakaan akan timbul apabila salah satu elemen dari human factor, machines atau enviromental factor tersebut tidak berfungsi. Penelitian bertujuan mengidentifikasi peraturan keselamatan kapal penangkap ikan pada tingkat nasional dan internasional serta keterkaitan kebijakan keselamatan kapal penangkap ikan dan kapal niaga. Penelitian dilaksanakan Mei 2008 – Maret 2009. Data primer diperoleh dari berbagai sumber, seperti Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Pelabuhan Perikanan Pantai PPP Tegal Sari Kota Tegal, Pelabuhan Perikanan Nusantara PPN Pekalongan, Pelabuhan Perikanan Samudera PPS Cilacap dan Kementerian Perhubungan. Kebijakan keselamatan kapal penangkap ikan pada dasarnya mencakup kebijakan kelaikan kapal, dinas jaga kapal/pengawakan kapal, dan pencegahan polusi laut dari kegiatan kapal penangkap ikan, baik pada tataran nasional maupun internasional. Pengaturan kelaikan dan dinas jaga kapal/pengawakan kapal penangkap ikan merupakan pengawasan atau kontrol dari pemerintah terhadap pihak yang terlibat dalam kegiatan penangkapan ikan untuk meningkatkan keselamatan jiwa, harta benda dan lingkungan laut. Mengingat karakteristik pekerjaan pada kapal penangkap ikan membahayakan awak kapal dan lingkungan sosial lebih kompleks, serta jumlah nelayan yang begitu banyak, maka di Indonesia, pengaturan tentang kelaiklautan kapal, dinas jaga kapal/pengawakan kapal, pendidikan, pelatihan dan sertifikasi awak kapal, kepelautan kapal perikanan dan pelabuhan perikanan sebaiknya diatur tersendiri, sebagaimana pengaturan pada tataran internasional telah diatur terpisah dari pengaturan kapal niagaUntung Prasetyono Deni SariantoDandi Rivaldi NugrahaKeselamatan dan kesehatan kerja K3 di kapal telah menjadi perhatian di antara pemerintah dan pebisnis sejak lama. Faktor K3 terkait erat dengan kinerja anak buah kapal ABK dan pada gilirannya pada kinerja perusahaan. Semakin banyak fasilitas ke sel amatan kerja, semakin sedikit kemungkinan kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi resiko keselamatan kerja ABK dan aspek kelayakan, keselamatan dan kesehatan kerja diatas kapal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, jenis penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan kuesioner. Data-data yang diperoleh di analisis menggunakan matriks IFAS,EFAS dan SWOT. Perhitungan total antara bobot dan nilai skoring pada tabel IFAS dan EFAS penerapan K3 KM Anna Rizky 7 menunjukkan nilai komponen internal sebesar 3,09, sedangkan nilai eksternal sebesar 2,89. Selisih nilai IFAS maupun EFAS bernilai positif, oleh karena itu penerapan K3 KM Anna Rizky 7 berada pada posisi kuadran 1. Hal tersebut berarti strategi yang digunakan adalah strategi progresif pertumbuhan yaitu strategi yang bertujuan untuk meningkatkan penerapan k3 demi mencapai pertumbuhan yang baik. Cara yang digunakan untuk melaksanakan strategi tersebut adalah melakukan pelatihan K3 untuk ABK, memberikan jaminan ketenagakerjaan ABK, melengkapi keselamatan atau memperbaharui alat keselamatan serta memperbaiki kondisi kapal dan melaksanakan prosedur kerja keselamatan dan kesehatan kerja di atas kapal .Kata kunci ABK, K3, SWOT.
To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the author.... Keterampilan keselamatan dasar atau basic safety adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin bekerja di kapal baik kapal dagang, kapal perikanan, kapal wisata, dan kapal lainnya. Keselamatan kerja di laut tidak saja bergantung dari kapalnya, awak maupun peralatannya, tetapi terutama kesiapan dari peralatan-peralatan tersebut untuk dapat digunakan setiap saat, baik sebelum berangkat maupun di dalam perjalanan Suhartoyo, 2018 Ashury DJ.,2020. ...Slamet Prasetyo Yeti KomalasariFitri MasitoTujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi bagi masyarakat di sekitar Desa Mariana, Banyuasin Palembang terkait teknik penyelamatan diri di perairan agar bisa meminimalisir dampak kerugian baik berupa kehilangan harta benda maupun nyawa yang diakibatkan oleh kecelakaan di atas kapal. Metode yang digunakan adalah pelatihan berupa pemberian kompetensi dasar teknik penyelamatan diri di perairan dengan menggunakan 4 jam pelajaran teori di kelas dan 4 jam pelajaran praktik dilapangan 1 jam pelajaran = 45 menit. Kegiatan Pelatihan ini secara keseluruhan berjalan dengan baik dan lancar, dengan rata-rata nilai kepuasan peserta memberi respon sangat setuju 83,14%, skala 4 dengan kategori sangat baik A sebagai indikator bahwa respon yang sangat positif dari peserta terhadap kegiatan Pelatihan“Teknik Penyelamatan Diri di Perairan bagi Masyarakat Desa Mariana, Banyuasin Palembang”.... Keterampilan keselamatan dasar atau basic safety adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin bekerja di kapal baik kapal dagang, kapal Perikanan, kapal wisata, dan kapal lainnya. Keselamatan kerja di laut tidak saja bergantung dari kapalnya, awak maupun peralatannya, tetapi terutama kesiapan dari peralatan-peralatan tersebut untuk dapat digunakan setiap saat, baik sebelum berangkat maupun di dalam perjalanan Suhartoyo, 2018. ...Safety of life at sea is highly prioritized to reduce the impact of losses on humans, ships and their cargo. The purpose of this community service implementation is to provide an overview and information about marine life in the form of rules about basic safety and skills to use basic safety equipment on ships. There were 29 socialization participants who were teachers of the natural tadabbur group of SMA Muhammadiya Al-Amin Sorong. The results of the participant's observations can follow and demonstrate the practice that was done.... Lemahnya sistem keselamatan di laut menjadi penyebab potensial besarnya korban kecelakaan di laut. Suhartoyo, 2018. ...Fajar GumelarHERI SUTANTOMUH. SYAFRIL SUNUSII Komang Hedi Pramana AdiputraPeranan awak kapal atau ABK yang bekerja di kapal agar selalu menggunakan alat-alat keselamatan pada saat kerja di dek maupun di kamar mesin guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kecelakaan di atas Kapal. Penelitian ini menggunakan metode cause and effect dengan diagram fishbone dan formal safety assessment menggunakan tahapan wawancara dan Qusioner dengan tujuan untuk mendapatkan standar safety Work assessment yang direkomedasikan IMO. Penerapan prosedur keselamatan kerja di atas di Kl. Frans Kasiepo masih kurang diterapkan dalam pekerjaan oleh crew diantaranya kurangnya keterampilan atau pengetahuan tentang penerapan prosedur keselamatan kerja dan kurang adanya familiarisasi keselamatan kerja untuk crew di atas kapal. Kecelakaan kerja yang terjadi pada crew Kl. Frans Kasiepo disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kurangnya pengalaman crew dalam bekerja di atas kapal, kurangnya kedisiplinan dan pemahaman akan penerapan prosedur keselamatan kerja. Sehingga mengkibatkan kerugian bagi crew maupun bagi Instansi.... Several previous studies also support the Maritime Environmental Security factor in this study. International Safety Management Code ISM Code and ISPS Code in previous research conducted by Mukherjee, 2007;Naily et al., 2019;Nikcevic Grdinic, 2015;Suganjar & Hermawati, 2019;Suhartoyo, 2018 It is hoped that the implementation of the ISM-Code will make ship safety more secure. ISM-Code requires a strong commitment from the level of shipping leadership to executor, both on land and at sea crew. ... Prasadja RicardiantoReza Fauzi Jaya SaktiHonny Fiva Akira SembiringZaenal AbidinThe purpose of this study is to analyze the safety performance of state ships and commercial ships according to the requirements of Solas 1974. The requirements of Solas 1974 in the context of international shipping are mainly related to safety and security issues related to the tools and types of shipping safety. Application of the 1974 Solas Convention and the 2018 Solas Consolidation with the scope of discussion on international shipping is especially related to maritime protection. This study uses the Plan, Do, Check and Action PDCA evaluation model. The data was collected through the interview survey method and continued with statistical testing with the factor analysis technique. Respondents consisted of crews of commercial ships with a weight of over 500 GT and crews of pioneer ships as state ships anchored at the Port of Tanjung Priok. Research respondents totaled 57 crew members, consisting of 23 crew members of state ships and 34 crew members of commercial ships. The results of this research can be used as reference material in terms of safety and security as well as protection against environmental damage, in accordance with the transportation management system policy which includes; manuals, implementation policies, supporting implementation procedures, and work instructions for all stakeholders. The research output can be used as a basis for providing recommendations related to corrective actions to improve the marine transportation management system through the implementation of Solas 1974.... Keterampilan keselamatan dasar atau basic safety adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin bekerja di kapal baik kapal dagang, kapal Perikanan, kapal wisata, dan kapal lainnya. Keselamatan kerja di laut tidak saja bergantung dari kapalnya, awak maupun peralatannya, tetapi terutama kesiapan dari peralatan-peralatan tersebut untuk dapat digunakan setiap saat, baik sebelum berangkat maupun di dalam perjalanan Suhartoyo, 2018. ...Abstrak Keselamatan jiwa di laut sangatlah diutamakan untuk mengurangi dampak kerugian kepada manusia, kapal, dan muatannya. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan gambaran dan informasi tentang kebaharian berupa aturan tentang keselamatan dasar dan ketrampilan menggunakan alat keselamatan dasar di kapal. Peserta sosialisasi sebanyak 29 orang yang merupakan guru-guru rombongan tadabbur alam SMAS Muhammadiya Al-Amin Sorong. Hasil pengamatan peserta dapat mengikuti dan memperagakan praktik yang dilakukan. Kata Kunci sosialisasi; keselamatan dasar; SOLAS. Abstract Safety of life at sea is highly prioritized to reduce the impact of losses on humans, ships and their cargo. The purpose of this community service implementation is to provide an overview and information about marine life in the form of rules about basic safety and skills to use basic safety equipment on ships. There were 29 socialization participants who were teachers of the natural tadabbur group of SMA Muhammadiya Al-Amin Sorong. The results of the participant's observations can follow and demonstrate the practice that was done. A. LATAR BELAKANG Keselamatan jiwa di laut sangatlah diutamakan untuk mengurangi dampak kerugian kepada manusia, kapal, dan muatannya Faturachman et al., 2015. Hal ini dapat terlihat dari begitu besar perhatian negara-negara dunia maritim untuk secara bersama-sama mengadakan Konvensi Internasional tentang Keselamatan jiwa di laut Safety of Life At Sea pada tahun 1974 yang dikenal sebagai SOLAS 1974. Sistem menejemen keselamatan merupakan salah satu faktor mutlak yang harus dipenuhi, setiap orang yang bekerja maupun melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut setidaknya memiliki pengetahuan tentang basic safety untuk dapat menyelesaikan tugasnya dengan hasil yang optimal Anna, 2018. Keterampilan keselamatan dasar atau basic safety adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin bekerja di kapal baik kapal dagang, kapal Perikanan, kapal wisata, dan kapal lainnya. Keselamatan kerja di laut tidak saja bergantung dari kapalnya, awak maupun peralatannya, tetapi terutama kesiapan dari peralatan-peralatan tersebut untuk dapat digunakan setiap saat, baik sebelum berangkat maupun di dalam perjalanan Suhartoyo, 2018.p align="justify"> PT Pertamina Persero is a State-Owned Enterprise BUMN which is engaged in the energy sector, including oil, gas, and new and renewable energy which has a shipping business sector. Ship crews have a lot of serious occupational risks. This article aims to determine the effectiveness of the protection provided by PT Pertamina Persero to its ship crew in terms of the Sea far ers ’ Employment Agreement. Legal protection for ship crew members can be seen from the compatibility of the seaf ar ers ’ employment agreement with the applicable laws and regulations. This article uses a normative legal research method doctrinal research, namely through the collection of primary legal materials by tracing related laws and regulations and secondary legal materials obtained by collecting relevant textbooks, scientific works, journals, and previous research. The conclusion obtained from the results of the discussion is that the seaf ar ers ’ employment agreement at PT Pertamina Persero has not been fully able to function optimally to provide legal protection for its ship crew members. keselamatan kerja di kapal laut